Heyy Its me

Senin, 09 Mei 2011

TKW di Arab Ada yang Bekerja Sebagai Penari dan Gadis Panggilan

Tidak hanya bekerja sebagai pembantu, TKW asal Indonesia juga mempunyai kerjaan sampingan yang bisa menghasilkan uang banyak. Kerja sampingan TKW tersebut adalah menjadi  penari dan gadis panggilan.

"Sudah jadi rahasia umum di sana (Arab Saudi) ada yang seperti itu yang dipanggil sebagai gadis penari dan gadis yang dipanggil," ujar Enong seorang TKW yang baru saja tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/5/2011).

Enong bersama 2.349 TKI lainnya menumpang KM Labobar untuk kembali ke tanah air dari Arab Saudi. Enong menerangkan, dirinya mengetahui hal tersebut dari seorang rekannya yang pernah ditawari oleh seseorang untuk menjadi penari dan gadis panggilan.

Biasanya, gadis-gadis yang ditawari tersebut adalah para TKW yang kabur dari rumah majikannya dan tidak mempunyai  pekerjaan.

"Di Handawiyah dan Hassofah ada di sana. Mereka biasanya berkumpul di salah satu kontrakan," terangnya.

Pengalaman senada disampaikan Sumiati, TKW yang bekerja Jeddah. Dia juga pernah mendengar adanya penari dan gadis panggilan asal Indonesia di Arab Saudi. Para TKW tersebut biasanya dijemput ke luar oleh seseorang. Tarif yang diberikan untuk kencan semalam sebesar 500 hingga 600 Real.

"Banyak orang sana yang juga menginginkan orang Indonesia," kata Sumiati.

Dalam perjalanan menuju ke Indonesia, Sumiati menceritakan, sesama TKW banyak bercerita tentang pengalamannya di Arab. Teman yang dijumpai di KM Labobar tersebut juga menyinggung tentang kerjaan sebagai penari dan gadis panggilan.

"Katanya dia pernah bekerja sebagai mucikari. Dia menampung beberapa orang yang dipekerjakan dan dulunya dia juga bekerja seperti itu," terangnya.

Nikah Kontrak

Fenemona yang menarik lainnya adalah menikah kontrak di Arab Saudi. Biasanya para TKW ingin melakukan kontrak karena ingin mengejar mahar yang akan diterimanya.

"Mereka kan biasanya ingin ambil maharnya saja dan setelah itu pergi," kata Enong.

Enong menjelaskan, nikah kontrak dilakukan untuk melegalkan hubungan badan dan bagi TKW sendiri mendapatkan tunjangan hidup dari pasangannya.

Enong juga menyampaikan, bahwa ada beberapa TKW yang memang menikah dengan pekerja laki-laki di Indonesia dan ada juga yang nikah kontrak dengan membawa pulang anaknya ke Indonesia.

"Saya hamil sekarang. Suami saya Indonesia dan bekerja di Arab," jelasnya.

Nah seandainya ada TKW yang menikah dengan cara kawian kontrak tidak akan mungkin mengakui anaknya dari hasil kawin kontrak dengan pria Arab.

"Mereka pasti malu mas. Lihat saja banyak yang bawa pulang anak yang mukanya mirip Arab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar